Sejarah Berdiri
Dari sebuah tekad sederhana di Pulau Bacan, Darussalam Bacan kini tumbuh menjadi pesantren yang melayani lebih dari 110 santri.
Perjalanan panjang penuh pengorbanan. Setiap tahun membawa cerita perjuangan, pertumbuhan, dan keberkahan bagi ribuan santri dan keluarga di Pulau Bacan.
Pendirian Pesantren
Pondok Pesantren Darussalam Bacan resmi berdiri pada 8 Januari 2018. Didirikan di atas lahan yang diwakafkan di Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan oleh Yahya Hi Kasim, S.Pd bersama sejumlah tokoh masyarakat Pulau Bacan.

Penerimaan Santri Pertama
Pesantren mulai menerima santri angkatan pertama. Kegiatan belajar diselenggarakan dengan sederhana namun penuh semangat. Program tahfizh Al-Qur'an menjadi unggulan utama sejak hari pertama.
Pembukaan Program Formal MTs
Pesantren mulai menyelenggarakan pendidikan formal tingkat MTs (setara SMP) agar santri mendapat ijazah formal. Jumlah santri terus bertambah dari berbagai daerah di Pulau Bacan dan sekitarnya.

Bertahan di Tengah Ujian
Pandemi Covid-19 menjadi ujian berat, namun Darussalam Bacan tetap beroperasi. Santri yang tidak bisa pulang tetap tinggal dan melanjutkan hafalan. Pesantren membuktikan diri sebagai tempat berlindung yang aman dan bermakna.
Penambahan Program MA & Wakaf Lahan
Dibuka program pendidikan tingkat MA (setara SMA). Bertambah pula lahan wakaf yang diterima pesantren, memperluas area untuk kegiatan peternakan dan pertanian sebagai bagian dari kemandirian ekonomi.

Rintisan Usaha Air Galon
Pesantren merintis usaha isi ulang air galon sebagai langkah pertama program kemandirian ekonomi. Dikelola langsung oleh pengurus pesantren, usaha ini mulai memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan pesantren.

Berkembang ke 100+ Santri
Jumlah santri aktif melampaui 100 orang. Program Kafil Yatim resmi diluncurkan untuk memastikan 26 santri yatim dapat terus belajar tanpa biaya. Donatur dari berbagai penjuru Indonesia mulai bergabung.

Wakaf Produktif & Masjid Putri
Pesantren memperluas program wakaf produktif dengan hewan ternak: 4 sapi, 20 kambing, 90+ bebek entok, dan 80 merpati. Lahan pertanian seluas 1 Ha mulai diolah. Pembangunan Masjid Komplek Putri dimulai.

Menuju Pesantren Mandiri Total
Darussalam Bacan kini menjadi salah satu pesantren terkemuka di Pulau Bacan. Dengan visi '1 Desa 1 Rumah Qur'an Mandiri Ekonomi', pesantren terus berkembang. Target selanjutnya: produksi air kemasan Rp 200 Juta untuk kemandirian total.

